Mengenai Saya

Foto saya
klaten, jawa tengah
Paguyuban “Manunggal Jati” adalah komunitas pengrajin Mebel yang berada di Gadingwetan, Belangwetan Klaten Utara. berdirinya komunitas ini merupakan representasi dari terakumulasinya sekian banyak permasalahan yang dihadapi selama bertahun-tahun oleh pengrajin mebel khususnya di Belangwetan.

Minggu, 17 Oktober 2010

Kesenian Tradisional Klaten

OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA BUDAYA

(SENI PERTUNJUKAN TRADISIONAL) KLATEN

1. Wayang Orang

Wayang Orang merupakan salah satu kesenian rakyat yang diambil dari cerita Mahabarata dan Ramayana yang pementasannya memerlukan banyak unsur seperti seni karawitan dan seni panggung. Bahasa dialog yang dipergunakan menurut pakemnya adalah Bahasa Jawa. Namun akhir-akhir ini juga digunakan Bahasa Indonesia atau bahkan Bahasa Inggris. Di Kabupaten Klaten terdapat beberapa kelompok seni Wayang Orang termasuk di Kecamatan Karangdowo. Karena keterbatasan sarana pendukung, kegiatan hanya terbatas pada latihan, jarang dipentaskan.


Gambar Wayang Orang

2. Wayang Klitik

Wayang Klitik terbuat dari kayu dengan tema cerita Panji atau cerita yang berlatar belakang Kerjaan Majapahit. Kesenian ini dilakukan oleh seorang Dalang, diiringi Gamelan. Ciri khas dari Wayang Klitik adalah dalang memerankan adegan perang dengan parikan sulukannya berupa tembang Mocopat. Adapun dialog percakapan seperti Wayang Purwa (Wayang Kulit). Kesenian ini tumbuh sejak jaman Kerajaan Singosari dan sampai sekarang masih terpelihara dengan baik di Kecamatan Gantiwarno


Gambar Wayang Klitik

3. Wayang Kulit

Wayang Kulit merupakan seni pertunjukan yang mengandung nilai-nilai filsafat luhur yang menggunakan dialog bahasa Jawa dengan tema cerita Mahabarata atau Ramayana. Pementasan dilakukan oleh seorang Dalang yang diiringi Gamelan dan Waranggono untuk mendukung suasana. Seni Wayang Kulit banyak terdapat di Klaten mengingat posisi Klaten sebagai Kota Dalang di mana banyak dalang yang dilahirkan di daerah Klaten. Wayang Kulit berkembang di daerah Karangdowo dan kecamatan lainnya.


Gambar Wayang Kulit

4. Wayang Babad

Wayang Babad adalah suatu bentuk kesenian rakyat berupa wayang kulit yang ceritanya diambil dari cerita Babad atau Ketoprak. Wayang Babad ini bisa dipentaskan siang hari maupun malam hari dengan diiringi Gamelan lengkap Slendro dan Pelog. Kesenian ini dimainkan oleh seorang Dalang. Dengan tema cerita yang mirip dengan tema cerita Ketoprak. Bentuk wayang seperti bentuk Ketoprak. Lama pementasan Wayang Babad bervariasi menurut kebutuhannya. Wayang Babad tumbuh pada masa setelah kemerdekaan dalam rangka memberikan penerangan kepada masyarakat. Sampai sekarang kesenian ini masih terpelihara dengan baik di Desa Ceporan Kecamatan Gantiwarno

Gambar Wayang Babat

5. Jathilan

Jatilan adalah tari tradisional yang menggambarkan keprajuritan pada waktu perang yang dilakukan beberapa orang dengan cara naik kuda Kepang (kuda Lumping) yang dikendalikan oleh seorang pawang yang diawasi oleh Ki Pentul dan Ki Tembem. Diiringi dengan gamelan yang berupa Kendang, Bende, dan Kecer. Dalam tarian terdapat unsur magis yang melambangkan kekebalan dan setiap pemain mengenakan topeng / kacamata hitam. Tari Jatilan berkembang di Desa Bugisan Kecamatan Prambanan yang dipentaskan tiap hari Jumat di panggung terbuka untuk para turis asing maupun domestik.



Gambar Kesenian Jathilan

6. Gejog Lesung

Kesenian Gejog Lesung lahir di Dukuh Soran Desa Duwet Kecamatan Ngawen Kabupaten Klaten, jarak dari kota Klaten ±4 km arah utara Klaten. Lesung merupakan musik tradisional kuno yang saat ini hampir punah, dan mempunyai nilai seni yang tinggi khususnya bagi para petani yang mengungkapkan rasa kegembiranya setelah musim panen padi tiba. Kesenian ini mengandung unsur penyampaian informasi kepada masyarakat sekitar bahwa pada saat tersebut ada orang punya hajat dan ketika terjadi gerhana bulan. Kegiatan ini dilakukan turun temurun dan akhirnya menjadi suatu kesenian yang enak untuk didengarkan.



Gambar Kesenian Gejok Lesung

7. Srandul

Srandul adalah kesenian rakyat yang menggambarkan tentang kehidupan Demang pada jaman kerajaan. Srandul pada umumnya iringannya yang berupa Kendang, Angklung dan Terbang besar dilakukan oleh ± 15 orang. Dialog dalam kesenian Srandul berupa parikan atau tembang dan percakapan. Kesenian Srandul ini semula timbul di Dukuh Jogodayoh, Desa Gumulan Kecamatan Kota Klaten. Ada pun pada saat ini Kesenian Srandul ini masih berkembang dengan baik di daerah Prambanan dan Kemalang.


Gambar Kesenian Srandul

8. Kethoprak

Ketoprak merupakan salah satu kesenian rakyat yang berbentuk sandiwara atau drama yang menurut sejarah pertama kali muncul pada ± tahun 1922 pada masa Mangkunegaran. Pada saat itu pementasan Ketoprak diiringi gamelan yang berupa lesung, alu, kendang dan seruling. Sebelumnya pernah berkembang di daerah pedesaan/pesisiran. Setelah sampai di Yogyakarta ketoprak ini disempurnakan dengan iringan gamelan Jawa lengkap dan tema ceritanya mengambil babad sejarah, cerita rakyat atau kerajaan sendiri. Ketoprak ini dilakukan oleh beberapa orang menurut keperluan ceritanya. Dialog Ketoprak menggunakan bahasa Jawa.

Gambar Kesenian Ketoprak

9. Karawitan

Seni Karawitan merupakan seni pertunjukan yang dilakukan oleh sekelompok seniman (penabuh) alat-alat musik tradisional yang disebut Gamelan yang antara lain terdiri atas Bonang, Kenong, Gong, Saron, Kethuk, Centhe, Gambang, ditambah dengan Kendang dan Suling dengan Laras Pelog maupun Slendro. Seperangkat Gamelan yang digunakan untuk seni Karawitan dapat dibuat dari tembaga, perunggu maupun besi. Seni Karawitan banyak berkembang hampir di setiap desa di daerah Kecamatan Karangdowo.


Gambar Seni Karawitan

10. Srunthul

Pada waktu itu para seniman banyak yang ngamen, karena untuk mementaskan kesenian Srandul terlalu jemu sedang untuk mementaskan kesenian Ketoprak terlalu banyak peralatannya, sehingga timbullah perpaduan antara Sruntul dan Ketoprak. Disebut dengan Sruntul karena datanganya tanpa diundang dan bersikap sruntal-sruntul. Pada saat itu berkembang dengan pesat karena kesenian ini dianggap lebih modern. Ciri khususnya pemain bisa merangkap sebagai penabuh, memakai lampu penerangan oncor, pakaian sangat sederhana.


Gambar Kesenian Srunthul

Wisata Sejarah dan Budaya di Klaten

OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA BUDAYA (PENINGGALAN SEJARAH)

DI KABUPATEN KLATEN

Di samping kaya dengan potensi wisata ziarah, Kabupaten Klaten juga memiliki potensi wisata budaya, khususnya yang berkaitan dengan peninggalan-peninggalan nenek moyang seperti candi, kesenian (seni pertunjukan) dan seni kerajinan. Beberapa peninggalan yang berupa candi antara lain adalah Candi Sewu, Candi Bubrah, Candi Lumbung, Candi Sojiwan, Candi Plaosan, Candi Asu dan sebagainya. Di samping peninggalan sejarah yang berupa candi juga terdapat beberapa peninggalan yang berupa aset seni budaya baik seni kerajinan maupun seni pertunjukan.

1. Candi Bubrah,

2. Candi Plaosan (Lor), dan Candi Plaosan Kidul, Prambanan, Klaten

3. Candi Sewu, Prambanan, Klaten

4. Candi Lumbung, Prambanan, Klaten

5. Candi Sojiwan, Prambanan, Klaten

6. Candi Asu, Prambanan, Klaten

7. Candi Merak, Karangnongko, Klaten

1. Candi Bubrah

Candi Bubrah merupakan candi Budha yang dibagun di akhir abad ke-9, yang identik dengan Candi Sewu.



2.Candi Plaosan (Lor) dan Candi Plaosan Kidul

CANDI PLAOSAN terletak di Dukuh Plaosan Desa Bugisan Kecamatan Prambanan kira-kira 1 km ke arah timur dari candi Sewu. Candi Budha ini terdiri atas dua candi utama yang terletak berdampingan, masing-masing mempunyai landasan dasar sendiri. Candi yang terletak di sebelah kiri dinamakan Candi Plaosan Lor dan candi yang terletak di sebelah kanan dinamakan candi Plaosan Kidul.

Relief ukiran yang terletak di bagian selatan candi menggambarkan tentang laki-laki dan candi yang lain menggambarkan tentang wanita. Keistimewaan lain dari candi ini adalah terdiri dari candi 58 Perwata dan hampir 200 bentuk stupa, struktur bertingkat dua dengan jendela dan pintu besar ada banyak patung Bodhis di bagian luar kuil

Setiap candi mempunyai 6 ruangan yang terbagi dalam 2 tingkat. Di ruangan di lantai bawah terdapat patung Buddha yang terbuat dari tembaga, tetapi sekarang sudah hilang, yang dikelilingi oleh dua patung Bodhisattva. Relief di tembok menggambarkan pemberian. Relief dan benda yang disucikan berada di lantai atas.

Candi Plaosan Lor

Candi Plaosan Lor terdiri dari dua candi utama dengan tinggi 21 meter. Panjang tembok yang mengelilingi candi sepanjang 50 meter dan lebar 14 meter. di tembok ini terdapat gambar Bodhisattva, Kinnara dan beberapa dewa perempuan

Candi Plaosan Kidul

Candi Plaosan Kidul terdiri dari dua bangunan utama. Sebagian dari Kala Makara didekorasi dengan antefixe dan pintu masuk, yang dihiasi dengan motif tumbuh-tumbuhan.


3. Candi Sewu,

Terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan Kecamatan Prambanan. Jarak dari kota Klaten ± 15 km kearah barat. Candi ini terdiri dari sebuah candi induk yang diapit oleh candi Perwara yang berjumlah 240 buah dan candi Apit 8 buah. Karena jumlah candi tersebut cukup banyak maka disebut candi Sewu. Candi ini didirikan pada abad IX oleh salah seorang penganut agama Budha Maha Yana Luas Candi 14.059.488 m2 Fungsi sebagai obyek wisata peninggalan benda bersejarah Pengunjung rata rata ± 2.000 orang tiap bulan.

4. Candi Lumbung,

Terletak di Dukuh Tlogo, Desa Tlogo Kecamatan Prambanan. Jarak dari kota Klaten ± 15 km kearah barat. Candi Lumbung terdiri dari sebuah candi induk yang dikelilingi oleh 16 candi Perwara. Candi induk ini menghadap ke timur, berkamar kosong dan atapnya berbentuk Stupa. Luas areal candi 545,35 m2 Fungsi sebagai obyek wisata peninggalan bersejarah Pengunjung rata rata ± 2.000 orang tiap bulan

5. Candi Sojiwan,

di Dk. Banjarsari Ds. Kebondalem Kidul Kec. Prambanan Klaten, Candi Sojiwan yang merupakan candi yang dibangun oleh raja penganut agama Budha pada abad ke-IX dan berada di area seluas 401,312 m2. bagian atap candi sudah runtuh, sedangkan bagian dinding kaki candi dihiasi relief cerita Jetaka yang diambil dari kisah Kamandoko yang menceritakan tentang binatang yang mengandung nilai-nilai filsafat. Candi induk menghadap ke arah barat.


6. Candi Asu,

Letaknya di Dk. Bener Ds. Bugisan Kec. Prambanan Klaten, Candi Asu yang terletak di luar komplek Taman Wisata Prambanan kurang lebih berjarak 1 km dari komplek Taman Wisata Prambanan dan berada di dekat perumahan penduduk. Bentuk candi saat ini terkesan berserakan namun telah dilindungi oleh pagar.

6. Candi Merak,

Letaknya di Dukuh Candi, Desa Karangnongko, Kecamatan Karangnongko, Luas kompleks candi Merak sekitar 2.000 m2’Candi Merak terdiri dari satu candi induk yang menghadap ke timur dan 3 candi perwara yang menghadap ke barat ke arah candi induk. Candi induk berbentuk bujursangkar dengan ukuran 8,38 x 8,38 m. Penampil candi berukuran panjang 155 cm dan lebar 160 cm. Pipi tanggan berukuran panjang 230 cm dan lebar 252 cm, Candi Merak merupakan bangunan candi yang bersifat Hindu. Hal ini dapat dilihat dari Lingga Yoni yang berada di dalam bilik candi utama. Selain Lingga Yoni terdapat pula arca Durga yang menempati relung utara dan Ganesha yang berada di relung barat.





Oleh : UUN Reksobuwono
Dari : http://nonobudparpora.wordpress.com/kebudayaan/

Sabtu, 16 Oktober 2010

Monumen di Klaten

MONUMEN KEPAHLAWANAN DI KABUPATEN KLATEN

1. MONUMEN MBKD

Letaknya di Dk. Pecokan Rt. 07 Rw. 11 Ds. Kepurun Kec. Manisrenggo, diresmikan pada tanggal 19 Desember 1982 oleh Adam Malik, Monumen MBKD merupakan tugu peringatan rakyat semesta untuk memperingati keberhasilan perang Permesta dalam menegakkan kedaulatan dan kemerdekaan Republik Indonesia.di belakan tugu MBKD ini terdapat prasasti yang berisi perintah kilat dengan tulisan :

  • Kita telah diserang
  • Pada tanggal 19-12-1948 angkatan perang Belanda menyerang kotaYogyakarta dan lapangan terbang Maguwo

· Pemerintah Belanda telah membatalkan persetetujuan gencatan senjata.

· Semua angkatan perang menjalankan rencana yang telah ditetapkan untuk menghadapi serangan Belanda., dikeluarkan di tempat tgl. 19-12-1948 jam 08.00 Panglima Besar Angkatan perang Letnan Djendral Soedirman

· 17 Agustus 1945 Proklamasi Kemerdekaan RI

· 19 Desember 1948 Perang rakyat semesta berencana dengan penuh kesadaran Nasional mulai digerakkan diseluruh Nusantara untuk mengusir kolonialis Belanda yang mau menjajah kembali Indonesia dan menduduki ibu kota RI Yogyakarta.

· 1 Maret 1949 serangan umum dilancarkan terhadap kolonialisme Belanda di ibu kota RI Yogyakarta pada siang hari dan tentara Nasional Indonesia menguasai Ibu Kota RI selama 6 jam.

· 29 Juni 1949 Perang rakyat semesta memaksa Kolonialis Belanda meninggalkan Indonesia secara berangsur-angsurdimulai dari Ibu kota RI Yogyakarta.

· 1 Mei 1963 Irian Barat kembali ke pangkuan Republik Indonesia dan RI bersih dari Kolonialis Belanda.

Berhasilah perang Rakyat Semesta dalam menegakkan kedaulatan dan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tugu peringatan perang rakyat semesta ini dibangun atas prakarsa Yayasan 13-12-1948 untuk memperingati keberhasilan rakyat semesta dalam menegakkan kedaulatan dan kemerdekaan Republik Indonesia.

Hingga saat ini setiap tahun diadakan napak tilas jalan Klaten – Kepurun sekitar 25 Km dengan start dari Pemda Klaten dan finish di Monumen MBKD Manisrenggo.


Gambar Monumen MKBD Manisrenggo

2. TUGU PERWARI 17-12-1945
Letaknya di jalan Pemuda ( Pojok Dinas Pendidikan kab. Klaten, Ds. Tegalyoso, Kec. Klaten Selatan diresmikan oleh Prof Dr. Emil Salim ( Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup ) pada tanggal 27 Desember 1986, Monumen/ Tugu Perwari merupakan tugu peringatan bagi Persatuan Wanita Republik Indonesia dalam keikutsertaannya dalam Perang kemerdekaan RI 1945.


Gambar Tugu Perwari

3. MONUMEN JUANG 45 KLATEN
letaknya di jl. Pemuda (GOR Gelar Sena Klaten ), desa. Jonggrangan, kec. Klaten Utara, diresmikan oleh Soepardjo Roestam pada tgl. 20 Mei 1976, Monumen Juang 45 merupakan monumen yang mengabadikan perjuangan bangsa Indonesia khusunya rakyat Klaten, mengenang jasa para pahlawan kemerdekaan, membangkitkan keyakinan dan kesadaran masyarakat tentang perjuangan fisik bangsa Indonesia. mewariskan nilai-nilai persatuan dan kesatuan tekad jiwa dan semangat juang tahun 1945.



Gambar Monumen Juang 45

4. TUGU PELURU WONOSARI
letaknya di jl . Wonosari – Solo, desa. Pandasan, kec. Wonosaro, diresmikan oleh Bupati Klaten pada tanggal November 1983Monumen Tugu peluru merupakan tugu peringatan bahwa di Wonosari tepatnya di Desa Padasan tanggal 14 Juli 1949 telah terjadi pertempuran antara Laskar Gerilya Arjuna Rayon IV dengan tentara Belanda.



Gambar Tugu Peluru Wonosari

5. MONUMEN KESAKSIAN WONOSARI
Letaknya di desa. Bentangan, kec. Wonosari dibangun tahun 1988, diresmikan : oleh Camat Wonosari Amir Alwan,BA, pada tanggal : 10 November 1989, monumen Tugu Kesaksian merupakan tugu peringatan bagi Tentara Pelajar Detasemen II Brig 17 Umum dan Khusus Kelompok regu sebagai relawan peristiwa Wonosari Kamis Pon 14 Juli 1943 sebagai kenangan Tentara Pelajar Pejuang yang telah gugur dalam peristiwa Wonosari sebagai Pandu Proklamasi 1945, Wonosari Jum’at pahing 10 November 1989.dikanan kiri monumen terdapat prasasti dengan tulisan :

Telah dipugar oleh kawan-kawan seperjuangan bersama masyarakat desa Pandanan dan desa Bentangan pada hari Sabtu legi 9-8-1997.dan disebelah kiri monumen terdapat prasasti dengan tulisan :

Atas nama rakyat desa Pandanan dan desa Bentangan kecamatan wonosasi dan para kepala tentara pelajar detasemen 017 sebagai pelopor peristiwa Wonosari, kamis Pon 14 Juli 1949 telah mendirikan tonggak monumen kepada pahlawan pejuang perang yang telah gugur pada peristiwa Wonosari sebagai pandu Proklamasi.


Gambar Monumen Kesaksian Wonosari

6. MONUMEN / TUGU OBOR
Letaknya di jl . Pramuka ( Depan Stasiun Klaten ) desa . Klaten, kec. Klaten Tengahm dibangun 10 November 1947, diresmikan oleh Bupati Klaten, Monumen/ Tugu Obor merupakan tugu peringatan Perjuangan Kemerdekaan 1945-1950 dngan bertulskan Granggang Makarti Ngusir Penjajah 1945 Tetep Dadi Trus Merdika 1946 Budi Daya Arjaning Jana Pada.


Gambar Monumen Tugu Obor

7. TUGU WASESO
Letaknya di dukuh. Pandanan RT. 05 RW. 02, desa. Soropaten, kec. Karanganom, dibangun diatas tanah seluas 20 x 20 m dan satu kompleks dengan makam Kyai Karsorejo, dibangun 10 November 1947,Monumen/ Tugu Waseso merupakan tugu peringatan bagi pahlawan dari desa Pandanan yang bernama Kyai Karsorejo, bahwa pada tahun 1935 sampai dengan tahun 1945 Kyai Karsorejo bertemu dengan mantan presiden RI Bung Karno bermusyawarah tentang keberadaan penjajahan Belanda dan saat tahun tersebut, Kyai Karsorejo ditahan oleh penjajah Belanda karena mengibarkan bendera Merah Putih. dan sebagai peringatan dibangunlah prasasti dengan membangun menara setinggi 12,5 m dengan dinamai Tugu Waseso yang pada masa itu berfungsi untuk mengintai musuh, pada saat ini setiap bulan Syura diadakan ritual jamas keris dengan disertai kirab dan pagelaran wayang kulit semalam suntuk pada setiap malam Jum’at Pon dan setiap bulan Suro masih tetap dilestarikan hingga saat ini dengan mengambil ceritera wayang Bharata Yuda Joyobinangun. Ritual wayang ini sudah sejak tahun 1946 dilaksanakan hingga saati ini

Gambar Tugu Waseso

8. TUGU PELURU KLATEN UTARA
letaknya di jalan Pemuda (Depan Kantor Pertanahan Klaten ), klaurahan Barenglor, Kec. Klaten Utara dibangun 10 November 1947, diresmikan oleh Bupati Klaten, Monumen Tugu peluru merupakan tugu peringatan SERSAN SADIKIN DAN KOPRAL SAYEM karena di tempat dibangunnya tugu ini gugurnya pahlawan sersan sadikin dan Kopral Sayem dalam pertempuran antara Tentara kita TNI melawan dua pesawat Terbang Belanda ( Cocor Merah ) pada Perang Kemerdekaan I bulan Juli 1947.

Gambar Tugu Peluru Klaten Utara

9. TUGU SLAMET RIYADI
Letaknya di dukuh.sidorejo, desa. Sidorejo.kec. Polanharjo, dibangun diatas tanah seluas 10 m x 12 m, pada tahun 1998, diresmikan oleh Bupati Klaten, Monumen Tugu Slamet Riyadi merupakan tugu peringatan Letkol IGN Slamet Riyadi dalam perjuangannya melawan peninn yang dilakukan Belanda di Surakarta menimbulkan perlawanan besar-besaran dibawah pimpinan Letkol Ignatius Slamet Riyadi, peristiwa tersebut dikenal dengan Serangan Umum 4 hari Solo dan pada saat singgah di Desa Sidorejo Kec. Polanharjo bersama-sama dengan rakyat desa Sidorejo pada masa Serangan Umum di Solo dalam melawan Belanda /penjajahan, maka dibangunlah Monumen Slamet Riyadi.

Gambar Tugu Slamet Riyadi

10, MONUMEN PATUNG KEMERDEKAAN SOEKARNO
Letaknya didukuh . Jonggo desa. Karangasem, Kec. Cawas, dibangun, tahun 2002, diiresmikan oleh H.Muhamad Pranada tgl 6 Juni 2002, monumen Patung kemerdekaan Soekarno merupakan tugu peringatan untuk mengabadikan perjuangan Soekarno dan para pejuang Dukuh Jonggo :

– Syamsi Mangun Dimejo dibuang ke Digul tahun 1933 s.d 1937 bersama
Soekarno,

– Syayat Prawiro Dinomo dan Wakiman Ponco Mulyono dibuang ke Pondok
Waluh Jember tahun 1933 s.d. 1935

Monumen ini juga untuk mengenang bahwa Bung Karno pernah singgah di Dukuh Jonggo Desa Karangasem di rumah Syamsul Mangun Dimejo ini datangnya pada jam 08.00 WIB pada bulan Februari 1927 s.d. 1929 untuk menggalang semangat rakyat untuk mengusir semangan penjajahan. Adapun semua pejuang tadi telah menerima penghargaan dari Pemerintah dan mendapat SK Perintis Kemerdekaan dari Presiden. Asal mula gagasan pendirian patung Bung Karno ini dari Kades Karangasem Sdr. Sugiyanto yang juga sebagai keluarga para pejuang. Makam dari para pejuang tadi dibangun oleh pemerintah pusat, sedangkan untuk biaya pembuatan patung dari H.Muhamad Pradana anak Ibu Mega dengan Taufik Kiemas.

Gambar Monumen Patung Sukarno


Oleh : UUN Reksobuwono

Dikutip dari : http://nonobudparpora.wordpress.com/monumentugu-di-klaten/

Mau Wisata ke Klaten.....

DESA WISATA DI KABUPATEN KLATEN

1. Desa Wisata Keprabon (Kec. Polanharjo)

Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan kerajinan tanduk kerbau dan penyu yang merupakan kerajinan khas. Desa wisata dekat dengan Sumber Air Ingas dan kawasan pemancingan Janti, Melihat proses pembuatan kerajinan, membeli/berbelanja hasil kerajinan tanduk dan penyu sebagai cenderamata.



2. Desa Wisata Janti (Ds. Janti Kec. Polanharjo)

Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan arena pemancingan dan rumah makan yang utamanya menyajikan menu ikan seperti ikan bakar dan ikan goreng sesuai pesanan pembeli. Di desa pemancingan ini terdapat puluhan rumah makan dan tempat-tempat pemancingan ikan yang sekedar digunakan untuk menghabiskan waktu luang dan bersantai.


3. Desa Wisata Paseban (Kec. Bayat)

Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa makam Ki Ageng Pandanaran yang banyak dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Juga terdapat Sendang Maerokoco dan banyak sentra kerajinan seperti topeng kayu, keramik dan batik tulis, Berziarah, mengunjungi sentra kerajinan, trekking di dataran tinggi Jabalkat


4. Desa Wisata Krakitan (Kec. Bayat)

Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa Rowo Jombor yang di atasnya terdapat banyak warung apung yang menyajikan berbagai menu makanan ikan air tawar termasuk ikan goreng dan ikan bakar, Memancing, makan (menikmati hidangan menu ikan goreng/ikan bakar), rekreasi, dll


5. Desa Wisata Jimbung (Kec. Kalikotes)

Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa sebuah sendang yang diyakini dapat memberikan tambahan rejeki yaitu Sendang Bulus Jimbung. Desa ini memiliki sebuah pegunungan kapur yang cukup menarik untuk kegiatan panjat tebing, yang di atasnya ada sebuah bangunan rumah tua yang dihuni oleh demit sehingga masyarakat menyebutnya rumah demit. Melakukan ritual di Sendang Bulus Jimbung, mengunjungi rumah dhemit.

6. Desa Wisata Melikan (Kec. Bayat)

Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa sentra kerajinan/pembuatan keramik dengan cara/metode pembuatan yang unik yakni dengan teknik putaran miring yang merupakan budaya ketimuran karena sebagian pengrajinnya kebanyakan wanita, Menyaksikan proses pembuatan kerajinan keramik, membeli keramik sebagai cenderamata.


7. Desa Wisata Soran (Desa Duwet Kec. Ngawen)

Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa seni pertunjukan rakyat sehingga setiap saat wisatawan yang datang dapat menikmati alunan Gejog Lesung, tari-tarian, dan kesenian yang lain dan juga ada wisata pertanian dan aneka ragam seperti kerajinan wayang kayu.

8. Desa Wisata Pokak (Kec. Ceper)

Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa Sendang Sinongko, yang didukung oleh kerajinan replika mobil dll. Desa ini mempunyai kegiatan ritual bersih sendang dengan penyembelihan kambing yang mencapai ratusan ekor, Menyaksikan upacara tradisional bersih sendang, menyaksikan pembuatan seni kerajinan.

9. Desa Wisata Ponggok (Kec. Polanharjo)

Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa kolam renang yang memanfaatkan sumber mata air karena dekat dengan obyek wisata Sumber Air Ingas. Di samping itu juga terdapat wisata pertanian (agrowisata) dan perikanan. berenang


10. Desa Wisata Jatinom (Kec. Jatinom)

Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa Makam Kyai Ageng Gribig tokoh penyebar agama Islam. Di samping itu juga terdapat banyak objek wisata ziarah lainnya seperti Masjid Alit, Masjid Besar Jatinom, Sendang Klampeyan, Sendang Suran, Sendang Jetis, Oro-oro Yaqowiyu, Oro-oro Tarwiyah, Goa Suran, Goa Pabelan, Goa Jetis. Di samping itu juga terdapat kampung kuno, museum Asmat, dan masjid kuno, Upacara Tradisional Penyebaran Apem atau yang lebih dikenal dengan sebutan Upacara Yaqowiyu. Ada juga peninggalan Kyai Ageng Gribig yang lain yang terletak di Desa Krajan yaitu Oro-Oro Tarwiyah, Berziarah, mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang berhubungan dengan perjalanan syiar agama Islam yang dilakukan oleh Ki Ageng Gribig.


11. Desa Wisata Juwiring (Kec. Juwiring)

Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa keanekaragaman wisata. Di daerah Serenan terdapat banyak pengrajin kayu jati dan olahan. Di Desa Sidowarno terdapat banyak pengrajin tatah sungging wayang kulit. Di Desa Tanjung juga banyak kita temukan pengrajin payung, Menyaksikan pembuatan tatah sungging wayang kulit, pembuatan mebel, pembuatan payung.

12. Desa Wisata Tegalmulyo (Kec. Kemalang)

Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan wisata pedesaan dengan jelajah gunung Merapi, gua Jepang, dan dekat objek wisata Deles Indah, wisata agro, Menyaksikan pemandangan alam pegunungan (Gunung Merapi) yang indah.


13. Desa Wisata Sidorejo (Kec. Kemalang)

Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan wisata pedesaan dengan jelajah gunung Merapi dan dekat objek wisata Deles Indah, Gumuk Petung, bekas Pesanggrahan Paku Buwono X, hotel, losmen, dan wisata agro, Menyaksikan pemandangan alam pegunungan (Gunung Merapi) yang indah.

14. Desa Wisata Plawikan (Kec. Jogonalan)

Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan Museum Gula Jawa Tengah, pabrik pembuatan gula, lokomotif kuno, home stay dan restoran, Mengunjungi museum, menyaksikan proses produksi gula.


15. Desa Wisata Ceper (Kec. Ceper)

Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa semangat masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi budaya dari leluhur dengan upacara tradisional Tanjung Sari, yang diselenggarakan setahun sekali pada setiap bulan Sura (penanggalan Jawa). Di desa ini juga terdapat wisata agro, pengrajin suvenir dll, Menyaksikan upacara tradisional bersih desa Tanjung Sari


16. Desa Wisata Sobayan (Kec. Pedan)

Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa pusat kerajinan tenun ikat, wisata agro, dan juga terdapat pasar tradisional, Menyaksikan proses pembuatan tenun ikat, membeli tenun ikat sebagai cenderamata.


17. Desa Wisata Bugisan (Kec. Prambanan)

Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa Taman Wisata Candi Prambanan. Desa ini juga terkenal dengan kesenian kuda lumping dan juga didukung oleh kerajinan topeng dan juga wisata agronyas serta pusat bonsai, Mengunjungi Taman Wisata Candi prambanan, mengunjungi pusat bonsai.


18. Desa Wisata Manisrenggo (Kec. Manisrenggo)

Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa Bumi Perkemahan Kepurun dan wisata agro yang terletak di Desa Sapen. Sedangkan Desa Katik merupakan desa yang terkenal dengan seni Ketoprak dan warung makan Yati Pesek. Di Desa Kepurun terdapat Monumen Perata, Mengunjungi Monumen, berkemah




Oleh : UUN Reksobuwono
Dikutip dari : http://
nonobudparpora.wordpress.com/desa-wisata-klaten/