Mengenai Saya

Foto saya
klaten, jawa tengah
Paguyuban “Manunggal Jati” adalah komunitas pengrajin Mebel yang berada di Gadingwetan, Belangwetan Klaten Utara. berdirinya komunitas ini merupakan representasi dari terakumulasinya sekian banyak permasalahan yang dihadapi selama bertahun-tahun oleh pengrajin mebel khususnya di Belangwetan.

Senin, 18 Oktober 2010

Wisata Spiritual di Klaten

Kabupaten Klaten memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan wisata minat khusus berupa wisata ziarah. Hal ini dikarenakan di wilayah tersebut terdapat banyak makam dan tempat ritual lainnya yang banyak dikunjungi orang yang melakukan kegiatan ziarah, kegiatan religius dan kegiatan ritual lainnya. Potensi yang berupa makam tersebut tersebar di berbagai wilayah kecamatan/desa di Kabupaten Klaten dan sebagian telah berkembang sebagai objek wisata yang cukup dikenal oleh pasar/wisatawan.


1. Makam Kerabat Karaton Kartasura (Ds. Segaran Kec. Delanggu)

Makam Eyang Mangkuyudo yang merupakan tokoh pertama yang dimakamkan di tempat tersebut serta Eyang Haryo Purbonegoro beserta istri Den Ayu Perkis serta Kerabat Karaton Surakarta yang banyakdikunjungi para peziarah pada malam Jumat. Konon menurut cerita penduduk setempat para peziarah yang datang pada umumnya melakukan ritual/semedi yang berkaitan dengan pangkat dan jabatan.

Gambar Makam Kerabat Karaton Kartasura


2., Makam Pahlawan 45 Jonggrangan (Ds. Sribit Kec. Delanggu)

Makam salah seorang pejuang Angkatan 45 yang merupakan tokoh yang disegani di Jawa Tengah (Bp. Surowardawa) yang hidup antara tahun 1887 – 1957. Makam tersebut telah dipugar oleh Pemerintah Propinsi Jawa Tengah pada tahun 1989.


Gambar Makam Pahlawan 45 Jonggrangan

3. Masjid Atta “Awun (Ds. Banaran Kec. Delanggu)

Masjid yang merupakan hasil pembangunan Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila pada era pemerintahan Presiden Suharto


Gambar Masjid Atta “Awun (Ds. Banaran Kec. Delanggu)

4.Makam Veteran Pejuang Kemerdekaan RI

Terletak di Dk. Ngranyu Ds. Bowan Kec. Delanggu, Makam Veteran Pejuang Kemerdekaan RI yang juga merupakan pemakaman keluarga yang dibangun oleh seorang tokoh bernama Bapak Wiryono yang pernah menjabat sebagai duta besar Indonesia untuk Australia.


Gambar Makam Veteran Pejuang Kemerdekaan RI


5. Makam Ki Ageng Perwito

Letak di desa . Ngreden Kecamatan . Wonosari Klaten , Makam Ki Ageng Perwito, putera Syech Alim Akbar III yang bergelar Sultan Trenggono (Raja Demak Bintoro) yang merupakan senopati perang dari Kerajaan Pajang. Semasa hidupnya beliau mandi dan sesuci di Sendang Tretes yang terletak tidak jauh dari makamnya saat ini. Makam Ki Ageng Perwito banyak dikunjungi peziarah khususnya pada malam Jumar Wage.


Gambar Makam Ki Ageng Perwito

6.Astono Hargomulyo Gunung Wijil

Letaknya di Ds. Kupang Kec. Karangdowo, Komplek makam kerabat Karaton Surakarta. Dalam kompleks makam terdapat Makam Syeh Joko yang merupakan cikal bakal adanya makam ini. Selain itu terdapat pula Makam Ki Ageng Lokojoyo maupun makam R. Ayu Yudorono yang merupakan keturunan Sedah Merah yang selama hidupnya tidak mempunyai suami.

Gambar Astono Hargomulyo Gunung Wijil

7.Makam Kyai Kaligawe

Letaknya di Ds. Kaligawe Kec. Pedan, Klaten, Makam Kyai Kaligawe yang juga dikenal dengan Ki Ageng Syeh Joko, yang merupakan tokoh penyebar agama Islam yang hidup semasa Ki Ageng Pandanaran.

Gambar Makam Kyai Kaligawe

8.Arca Nyi Loro Tanjungsari

Letaknya Desa Ceper Kecamatan Ceper Klaten, Merupakan arca yang terdapat di bawah pohon beringin yang rindang yang dijadikan tempat melakukan upacara tradisional bersih desa Tanjungsari pada setiap tanggal 10 Sura.


Gambar Arca Nyi Loro Tanjungsari

9. Makam R. Ng. Ronggowarsito

Letaknya di Desa Palar Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten, Makam R. Ng. Ronggowarsito, seorang Pujangga Besar dari Karaton Surakarta Hadiningrat yang memiliki reputasi yang sangat baik. Merupakan tempat ziarah yang sudah sangat terkenal dan banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.


Gambar Makam R. Ng. Ronggowarsito

10.Makam Kyai Brojo Anilo

Desa Sajen Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten, Makam Brojo Anilo, seorang abdi Karaton Mataram pada jaman Amangkurat I yang berpangkat setingkat tumenggung yang dikenal sangat sakti serta memiliki kepandaian dalam ilmu filsafat. Pada suatu malam ketika semedi dia dan isterinya melihat benda yang jatuh dari langit (megantoro) yang berujud batu seperti kuda berpaling (Jaran Toleh).

Gambar Makam Kyai Brojo Anilo

11.Batu Megantoro

Letaknya di Desa Sajen Kecamatan Trucuk, Megantoro berarti benda yang berasal dari langit. Batu tersebut merupakan batu yang bentuknya mirip kuda berpaling yang jatuh dari langit dan ditemukan oleh Kyai Brojoanilo dan istrinya ketika mereka sedang semedi. Batu tersebut pada saat ini terdapat di komplek makam Kyai Brojo Anilo.

Gambar Batu Megantoro

12. Makam Ki Ageng Glego

Letaknya di Ds. Kalikebo Kec. Trucuk, Makam Ki Ageng Glego yang merupakan prajurit dari Ki Ageng Jayeng Resmi. Selama hidupnya Ki Ageng Glego mempunyai peliharaan Kuda Kore, Kambing Gembel, Sapi Plongko (hitam), Ayam Walik (bulunya terbalik) dan Burung Gemak (Puyuh). Lima jenis hewan peliharaan ini sampai sekarang tidak diperbolehkan dipelihara oleh masyarakat Dukuh Brijolo.

Gambar Makam Ki Ageng Glego

13. Makam Ki Ageng Jayeng Resmi

Letaknya di desa Gaden Kec. Trucuk Kabupaten Klaten, Makam Ki Ageng Jayeng Resmi yang merupakan pendatang dari Kerajaan Majapahit yang meninggal pada usia yang relatif muda waktu berumur 27 tahun dan belum mempunyai seorang istri. Makam Ki Ageng Jayeng Resmi banyak dikunjungi peziarah pada tanggal 4 Bulan Sapar maupun malam Jum’at. Peziarah wanita tidak diperkenankan masuk ke wilayah makam, hanya diperbolehkan di luar.

Gambar Makam Ki Ageng Jayeng Resmi

14. Makam Ki Nerangkusumo

Letaknya di Dk. Sumyang, Ds. Jatipuro Kec. Trucuk Makam Ki Nerangkusumo yang merupakan tokoh yang cukup dikenal namun latar belakang sejarahnya tidak diketahui dengan pasti. Makam tersebut banyak dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah khususnya pada malam Jumat Kliwon. Setiap malam 1 Suro selalu diadakan “Tirakatan” dan sebelumnya diadakan pentas Larasmadyo dengan menanggap waranggono.

Gambar Makam Ki Nerangkusumo

15.Petilasan Sunan Kalijogo

Letaknya Dk Sepi, Desa Barepan Kecamatan Cawas, Petilasan Sunan Kalijogo yang banyak dikunjungi peziarah. Di dalam komplek petilasan terdapat bekas tempat Sholat dan tempat menancapkan tongkat Sunan Kalijogo. Pada setiap malam 1 Sura/Muharam diadakan doa bersama di dalam ruang petilasan.


Gambar Petilasan Sunan Kalijogo

16. Makam Gedhong Gedhe/Kyai Ageng MadSahar

Letaknya di Ds. Bawak Kec. Cawas, Makam Kyai Ageng MadSahar yang merupakan Juru Mertani dari Karaton Surakarta. Terdapat upacara tradisional “Memule” yang dilakukan setelah tanam padi untuk memohon agar hasil pertanian bisa melimpah dan mereka serta keluarganya dapat terhindar dari bencana. Para peziarah pada umumnya berkunjung pada malam Jumat.

Gambar Makam Gedhong Gedhe/Kyai Ageng MadSahar

17.Makam Kyai Ketib Banyumeneng

Letaknya di Desa Bawak Kecamatan Cawas , Makam Kyai Ketib Banyumeneng yang memiliki nama asli Kyai Ikhsayang memiliki latar belakang sejarah yang berkaitan dengan Kerajaan Demak



Gambar Makam Kyai Ketib Banyumeneng


18. Masjid Besar SRIDJAJA

Letaknya di Ds. Bawak Kec. Cawas, Masjid yang terletak di dekat makam Kyai Ketib Banyumeneng. Nama SRIDJAJA merupakan kependekan dari “Syarat Rukun Islam Dadiyo Jasan Amrih Juwono Akhire

Gambar Masjid Besar SRIDJAJA

19. Makam Ki Mireng Langse

Letaknya di Dk. Konang Ds. Kebon Kec. Bayat, Makam Kyai Ageng Mireng Langse atau juga disebut Panembahan Menang Langse. Tokoh ini dipercayai sebagai keturunan Prabu Brawijaya terakhir dari Kerajaan Majapahit dan merupakan cucu Kyai Ageng Pandanaran. Makam Kyai Ageng Mireng Langse tersebut banyak dikunjungi peziarah khususnya pada malam Jumat Kliwon, Jumat Legi dan malam Selasa Kliwon.

Gambar Makam Ki Mireng Langse

20. Makam Kyai Pandanaran

Letaknya di Desa Paseban Kecamatan Bayatkabupaten Klaten, Makam Ki Ageng Pandanaran, yang merupakan tokoh dan ulama yang menyebarkan Agama Islam di Jawa. Ia diyakini sebagai keturunan dari Raja Majapahit yang terakhir (Prabu Brawijaya). Makam Ki Ageng Pandanaran banyak dikunjungi peziarah dari daerah sekitar maupun dari luar daerah hampir setiap hari, khususnya pada tiap malam jumat.

Gambar Makam Pandanaran Bayat

21. Masjid Besar Sunan Pandanaran

Letak di Paseban Bayat KlatenMasjid Besar Sunan Pandanaran yang terdapat di kawasan Makam Ki Ageng Pandanaran.

Gambar Masjid Besar Sunan Pandanaran

22.Makam Pangeran Wuragil Gunung Malang

Letak di Ds. Paseban Kec. Bayat Kabupaten Klaten, Makam Pangeran Wuragil Gunung Malang. Pangeran Wuragil yang merupakan cucu Ki Ageng Pandanaran, dan saudara dari Ki Ageng Mireng Langse Kunang. Pangeran Wuragil mempunyai seorang guru yang bernama Syeh Kewel. Semasa hidupnya, Pangeran Wuragil mempunyai kesaktian dapat memberikan keturunan. Pakubuwono X pernah datang ke makam ini, setelah lama tidak diberi keturunan akhirnya berhasil mendapatkan keturunan.

Gambar Makam Pangeran Wuragil Gunung Malang

23.Makam Syech Kewel

Letak (Ds. Nengahan Kec. Bayat Klaten, di Makam Syech Kewel yang semula kepalanya berwujud ular yang selalu “kewal-kewel” atau “ngewel” yang memegang peranan penting dalam syiar Agama Islam di Daerah Bayat bersama dengan Syech Domba.

Oleh : UUN Reksobuwono

Dari : http://nonobudparpora.wordpress.com

1 komentar: